Kata kata Bijak Bahasa Jawa

Kata kata Bijak Bahasa Jawa. Kebenaran dari ungkapan itu tidak hanya dipegang oleh orang Jawa tetapi juga orang bukan Jawa. Ini karena kebenaran dari arti kata-kata ini bersifat universal

Dalam setiap bahasa selalu ada kata-kata bijak yang ditularkan secara turun temurun, tidak terlepas bahasa Jawa. Maka tidak aneh jika kita sering menemukan Kata kata bijak bahasa Jawa. Kata-kata ini biasanya ditularkan secara turun temurun secara lisan. Sumber dari kata-kata bijak ini pun bermacam-macam, ada yang dari cerita dongeng atau cerita rakyat. Selain itu, ada juga kata-kata yang berasal dari hasil permenungan para leluhur pada zaman dahulu. Kata Kata Indah Penyejuk Hati ini awet dan tidak termakan usia karena kebenaran dalam kata-kata ini bisa dipegang hingga saat ini. Orang yang tidak berasal dari Jawa pun mungkin cukup akrab dengan kata-kata ini karena orang Jawa banyak yang melakukan transmigrasi ke daerah-daerah lain.

Kata-kata bijak bahasa Jawa diwariskan dalam bungkus cerita yang diturunkan melalui dongeng. Ada budaya dalam bahasa Jawa yang membiasakan orang tua menceritakan dongeng kepada anaknya sebelum tidur. Biasanya cerita ini merupakan cerita pengantar tidur yang menarik untuk anak-anak. Bahkan sekalipun sudah mendengar cerita ini berulang kali, anak-anak itu masih saja ingin mendengar cerita yang sama. Ini karena cerita itu menarik, selain itu cara orang tua membawakan cerita pun sangat menarik. Di akhir cerita, orang tua akhirnya memberi pesan kepada anak atau cucunya dalam rangkaian kata-kata bijak bahasa Jawa yang bisa dipegang dalam hidup si anak.

Kata-kata bijak bahasa Jawa juga lahir dari beberapa kisah wayang yang menjadi pertunjukan kebudayaan dalam masyarakat Jawa. Cerita wayang memberi inspirasi kepada para leluhur untuk memberikan wejangan berupa falsafah Jawa untuk para penerusnya. Kata-kata ini sampai dihafalkan secara turun temurun sehingga menjadi sebuah rangkaian kata-kata bijak yang mengandung falsafah Jawa dengan makna yang dalam sehingga orang-orang Jawa yang bijak selalu menggunakan kata-kata itu memberikan pesan kepada anak cucunya. Dalam beberapa penelitian pun nampak para peneliti mulai tertarik untuk meneliti rangkaian kata ini. Mereka meneliti dari banyak segi baik dari segi linguistik atau kebahasaan, dari segi filsafat hingga segi metaphora dalam sastra Jawa.

Bagi orang-orang Jawa ada istilah njawani. Kata ini sebenarnya merujuk pada identitas Jawa yang harus dimiliki setiap orang yang berasal dari Jawa. Salah satu faktor yang membuat orang Jawa dianggap njawani adalah penguasaan mereka terhadap kata-kata bijak bahasa Jawa. Ini menjadi tolok ukur penting karena bagaimana orang Jawa berpikir, bersikap dan bertindak ada dalam kata-kata yang dilestarikan secara turun temurun itu. Apalagi ketika orang dari luar Jawa mempelajari bahasa Jawa dan membaca beberapa kata-kata dalam bahasa Jawa mereka akan tahu bahwa kebenaran yang terkandung dalam kata-kata indah nan bijak itu adalah kebenaran universal yang bisa diterima semua orang.

Kata bijak bahasa Jawa tidak hanya membuat Anda akan mengetahui tentang makna hidup tetapi Anda akan mengetahui bagaimana falsafah hidup orang Jawa. Para pemimpin besar bangsa Indonesia tidak jarang dalam komentar atau pidatonya mengutip rangkaian kata indah ini sebagai bagian dari pidato mereka. Kata-kata itu besar menjadi pembuka dari pidato atau penutup sebagai kata-kata terakhir. Memang tidak semua bahasa itu dimengerti oleh orang yang tidak berasal dari Jawa. Namun para pembesar itu selalu menjelaskan apa makna di balik kata-kata tersebut. Dengan demikian, orang yang tidak mengerti bahasa Jawa pun akan mengerti apa yang mau disampaikan lewat kata-kata tersebut.

Berikut ini adalah beberapa kata-kata bijak bahasa Jawa beserta penjelasannya dalam bahasa Indonesia. Selain itu akan dijelaskan pula bagaimana cara berpikir orang Jawa melalui kata-kata bijak tersebut.

Gusti Ora Sare (Tuhan tidak tidur)

Jika dipahami begitu saja kata-kata ini mungkin nampak lucu. Akan tetapi ini menjadi dasar hidup penting bagi orang Jawa. Jika mereka mendapat makian atau perlakuan buruk dari orang lain, mereka akan mengatakan Gusti Ora Sare. Orang Jawa percaya bahwa Tuhan melihat segala tindakan yang dilakukan oleh manusia, sehingga perbuatan orang lain yang buruh terhadapnya pasti akan diberi ganjaran oleh Tuhan. Selain itu kata-kata satu ini juga digunakan ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik dengan niat baik namun mendapat tanggapan negatif. Orang Jawa tidak akan merasa kehilangan karena dia tahu yang membalas semua perbuatan baiknya adalah Tuhan.

Becik ketitik ala ketoro (Baik kebaikan atau keburukan akan menampakkan dirinya)

Becik ketitik ala ketoro mungkin udah akrab di telinga banyak orang. Bahkan orang yang tidak berasal dari Jawa pun mungkin akrab dengan Kata Bijak ini. Makna dari ungkapan ini sebenarnya mirip dengan kata-kata bijak bahasa Jawa yang pertama tadi. Segala perbuatan baik yang terpuji maupun yang buruk akan terungkap pada saatnya nanti. Jadi sekalipun perbuatan baiknya tak dilihat orang, orang Jawa percaya akan datang saat di mana perbuatan baiknya terungkap. Sebaliknya, seorang yang berbuat jahat tetapi pada saat ini belum terungkap, pada saatnya akan diungkap bagaimana kejahatannya. Intinya sama seperti yang pertama, orang tidak perlu khawatir karena segala perbuatannya akan mendapat ganjaran pada waktunya nanti.

Urip iki mung mampir ngombe (Hidup hanya berkunjung untuk minum)

Urip iki mung mampir ngombe juga cukup populer di telinga orang Jawa. Bahkan dalam beberapa lagu bahasa Jawa, pengarang lagu mengutip kata-kata tersebut menjadi bagian dari liriknya. Pesan utama dari penggalan kata ini adalah untuk bersikap rendah hati dalam kehidupan. Semua orang harus menyadari bahwa hidup di dunia ini terlampau singkat. Maka hidup harus diisi dengan perbuatan-perbuatan yang menguntungkan. Selain itu, setiap orang juga harus sadar bahwa segala macam kekayaan dunia ini sifatnya sementara saja dan tidak akan dibawa mati. Maka ada baiknya untuk bersikap rendah hati dan tidak serakah. Semakin dipahami, kata-kata bijak bahasa Jawa ini memiliki makna yang sangat dalam.

Ojo Dumeh (Jangan sok)

Ojo dumeh adalah kata-kata yang mengandung pesan moral sangat dalam. Kata-kata bijak bahasa Jawa ini harus dipahami sebagai pesan yang harus diambil intisarinya oleh orang Jawa. Arti dari kata-kata ini adalah manusia tidak boleh bersikap sok atau sombong. Apalagi kesombongan itu berasal dari harta benda yang dimilikinya. Mentang-mentang punya rumah besar dan mobil banyak tidak berarti orang punya hak untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain. Orang Jawa punya kepercayaan bahwa hidup ini hanya sementara, segala kekayaan itu tidak akan dibawa mati. Apalagi, orang Jawa juga percaya bahwa kehidupan manusia itu seperti roda. Ada kalanya manusia berada di atas ada kalanya juga ia berada di bawah. Ketika berada di atas orang harus ingat bahwa ia akan berada di bawah juga. Inilah yang harus dipahami agar tidak membuat orang sombong.

Pilihan Editor : Kumpulan Kata Kata Bijak Lucu Gokil Abis Buat Status FB

Demikianlah Kata kata Bijak Bahasa Jawa dan Artinya yang sering digunakan sampai jaman modern ini. Dari sana sebenarnya kita bisa melihat cara berpikir dan bertindak orang Jawa dalam kehidupan.